Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer

Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer - Hallo sahabat News Beaking, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer
link : Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer

Baca juga


    Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer


    Berita Metropolitan – Seniman sekaligus aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet menuding

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membayar 'buzzer'

    untuk meniupkan isu-isu SARA menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. 



    "Bagaimana dengan @basuki_btp yang konon bayar buzzer pancing isu

    SARA," tulis Ratna Sarumpaet melalui akun twitter pribadinya,

    @RatnaSpaet.



    Cuitan Ratna tersebut mengomentari pemberitaan yang menyebutkan bahwa

    Polri bakal menindak tegas netizen yang kerap menebarkan kebencian dan

    isu SARA melalui media sosial.





    Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk meningkatkan pengawasan media sosial twitter, facebook, dan lainnya.



    Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

    membantah menggunakan buzzer atau pengguna Twitter dengan pengikut

    berjumlah 2.000 atau lebih yang dibayar untuk menggaungkan namanya lewat

    rangkaian tweet. 



    Berdasarkan media yang khusus memantau pembicaraan dan perbincangan

    di media sosial, Politicawave, sejak hari terakhir pendaftaran pasangan

    calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, tercatat 243.859 percakapan mengenai ketiga pasangan calon.



    Pasangan Ahok-Djarot sementara memimpin dengan 146.460 percakapan

    atau memiliki share of awareness sebesar 60,66 persen dari total

    percakapan.



    Diikuti pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra dan PKS, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno dengan 62.584 percakapan atau share of awareness sebesar 25,66 persen.



    Kemudian pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, PPP, PKB, dan

    PAN, yakni Agus Harimurti Yudhoyon dan Sylviana Murni dengan 34.815

    percakapan atau memiliki share of awareness sebesar 14,28 persen.



    Ahok mengaku tidak tahu dengan banyaknya orang yang membicarakannya di media sosial.




    Dia mengatakan, tidak pernah membayar buzzer semenjak Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, di mana saat itu, dirinya maju bersama Joko Widodo.


    "Tidak tahu. Saya kira, kita tidak pernah bayar buzzer dari dulu. Mereka saja otomatis. Kalau saya lihat, gerakannya mirip kok sama dulu. Tanya pengamat, aku tidak begitu ngerti. Aku kerja saja sudah," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).



    Sebelumnya, pendiri media Politicawave Yose Rizal menjelaskan saat

    ini mesin kampanye media sosial ketiga pasangan calon Gubernur DKI 2017

    sudah mulai bergerak.



    "Setiap percakapan mengandung sentimen, yang merupakan persepsi

    netizen terhadap pasangan calon tersebut. Pasangan Ahok-Djarot sementara

    memimpin terkait dengan sentimen netizen," kata Yose melalui keterangan

    tertulis.



    Menurutnya, net Sentimen (selisih antara sentimen positif dan negatif) pasangan Ahok-Djarot adalah sebesar 7,078.



    Namun berbeda dalam jumlah percakapan, untuk Net Sentimen, di posisi

    kedua adalah pasangan Agus-Sylvi sebesar 6.207 dan diikuti oleh

    Anies-Sandi sebesar 2.981.



    Berdasarkan pengalaman PoliticaWave.com melakukan prediksi terhadap

    Pilkada, Pileg dan Pilpres sejak tahun 2012, pasangan yang akan menjadi

    pemenang adalah pasangan dengan jumlah percakapan terbesar (Share of

    Awareness) dan Net Sentimen paling positif.


    Dia mengatakan, tidak pernah membayar buzzer semenjak Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, di mana saat itu, dirinya maju bersama Joko Widodo.




    "Tidak tahu. Saya kira, kita tidak pernah bayar buzzer dari dulu. Mereka saja otomatis. Kalau saya lihat, gerakannya mirip kok sama dulu. Tanya pengamat, aku tidak begitu ngerti. Aku kerja saja sudah," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

    Sebelumnya, pendiri media Politicawave Yose Rizal menjelaskan saat

    ini mesin kampanye media sosial ketiga pasangan calon Gubernur DKI 2017

    sudah mulai bergerak.


    "Setiap percakapan mengandung sentimen, yang merupakan persepsi

    netizen terhadap pasangan calon tersebut. Pasangan Ahok-Djarot sementara

    memimpin terkait dengan sentimen netizen," kata Yose melalui keterangan

    tertulis.


    Menurutnya, net Sentimen (selisih antara sentimen positif dan negatif) pasangan Ahok-Djarot adalah sebesar 7,078.


    Namun berbeda dalam jumlah percakapan, untuk Net Sentimen, di posisi

    kedua adalah pasangan Agus-Sylvi sebesar 6.207 dan diikuti oleh

    Anies-Sandi sebesar 2.981.


    Berdasarkan pengalaman PoliticaWave.com melakukan prediksi terhadap

    Pilkada, Pileg dan Pilpres sejak tahun 2012, pasangan yang akan menjadi

    pemenang adalah pasangan dengan jumlah percakapan terbesar (Share of

    Awareness) dan Net Sentimen paling positif.(tribunnews & jitunews)



    baca juga: Gawat…!! Gara-gara Sungai Bersih Karena Ahok, Kini Ahok Dicurigai Kerjasama dengan Google Demi Raih Keuntungan







    Demikianlah Artikel Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer

    Sekianlah artikel Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Kena Fitnah Lagi! Gara-gara Nama Ahok Sering Disebut di Medsos, Ahok Dituduh Gunakan Buzzer dengan alamat link https://1001berita1001.blogspot.com/2016/10/kena-fitnah-lagi-gara-gara-nama-ahok.html

    Subscribe to receive free email updates:

    Related Posts :